Powered By Blogger

Laman

Senin, 31 Januari 2011

Pelatihan karya Tulis lingkungan oleh KUBU (Komunitas Untuk Bumi)


Pelatihan yg dilakukan oleh Komunitas Untuk Bumi (KUBU) with Burung Indonesia (BI) yang dilaksanakan tanggal 29-30 Desember 2011 yang dihadiri oleh beberapa kelompok dan organisasi Pecinta Alam,DKD Pramuka Kota Gorontalo, AKAPELA LUWUK,MAPATIKA, SUSCLAM dan gabungan dari KPA yg ada di Gorontalo telah sukses dilaksanakan meskipun tidak mendapat apresiasi sepenuhnya dari beberapa media yang sebelumnya dimintakan sebagai peserta oleh Panitia Pelaksana. kegiatan ini dipusatkan di Hutan Pendidikan Gorontalo di pegunungan Tilongkabila desa Dulamayo Barat selama 2 hari 1 malam. Seluruh peserta meskipun kedinginan oleh angin malam Dulamayo namun dengan semangat 45 plus kebersamaan akhirnya seluruhnya dapat teratasi.

Kamis, 06 Januari 2011

Perawatan R.Mucronata


Pembersihan, pengukuran dan penyiraman secara manual dengan air laut ini dilakukan 1 kali dalam seminggu.,yang tujuanya adalah untuk menjamin kelulushidupan R.Mucronata. Pembersihan juga dilakukan pada setiap batang dari bawah hingga ke daun terhadap hama pengganggu seperti Kepiting, tritip dan siput. setelah parasit-parasit tersebut dikumpulkan dalam satu wadah kemudian kami bawa ke lokasi persawahan yang letaknya jauh dari lahan/ areal penanaman sebab bagi kami memusnahkannya sama dengan membunuh mahluk lain yang diciptakan oleh Tuhan.. Tim yang turun lapangan kali ini berjumlah 3 orang yaitu, Sejend 'Tox', Kadiv I 'Putra' dan yang terakhir 'Irf.Sulaiman Dai'. tim berangkat pukul 14.00( Jam 2), adapaun perlengkapan dan alat yang di bawa untuk kepentingan ini adalah, Meter Gulung ( 200 cm), HP sebagai alat untuk pengambilan Dokumentasi, Buku Monitoring dan Evaluasi ( MONEV BOOK ) sebagai bahan aCUAN komparatif perkembangan pertumbuhan Mangrove spesies ini. Sinar Matahari yang panas langsung menyengat Kulit, namun hanya dengan semangat demi pelestarian generasi'-lah yang membuat apapun yang kami lakukan tidak pernah surut layaknya fase diurnal yang dialami oleh muara pantai desa Mananggu. Senjapun mulai menampakan dirinya bahwa sebentar lagi dia akan membawa matahari, moment ini tidak pernah terlewati bagi kami yang setiap kali berkunjung ke lahan/Areal hutan mangrove di Muara Sungai Mananggu. Sebuah panrama pantai yang disajikannya ternyata tidak kalah indahnya dengan tempat-tempat wisata dunia yang pada umunya orang sudah pernah kunjung dan jamahi. Menikmati sunsheet, sambil minum Kopi olahan tradisional (kopi tumbuk) yang selalu terhidang hangat berkat Tranggia Rakitan, 'Hau Lalahe' dan cerita-cerita indah tentang masa depan generasi selalu melengkapi keindahan yang sering tercipta di tempat ini. Azan Mangrib berkumandang dan akhirnya kami bergegas pulang menuju sekretariat.. Tetap dengan satu gumam " Lestarikan Mangrove, Untuk Lestarikan Generasi".. salam lestari!!!